
GARUT, Tarogong Kidul – Wakil Bupati Garut yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Garut, drg. Putri Karlina, menghadiri kegiatan Yudisium dan Pelepasan Program Internship Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) Angkatan V Tahun 2025, yang digelar di Aula Lantai 2 Gedung Farmasi UOBK RSUD dr. Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (11/11/2025).
Dalam sambutannya, Putri Karlina menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para dokter gigi internship yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya selama enam bulan di Kabupaten Garut.
“Saya mengucapkan selamat kepada teman-teman dokter gigi baru. Insyaallah, kalian sudah siap memasuki dunia pengabdian yang sesungguhnya. Enam bulan kalian berada di Garut, saya selaku kepala daerah sekaligus sejawat dokter gigi mengucapkan terima kasih,” ujar Putri.
Ia menyoroti bahwa kebutuhan tenaga dokter gigi di Kabupaten Garut masih jauh dari mencukupi, terutama di wilayah pelosok Garut Selatan. Meskipun jumlah dokter gigi kini meningkat dibandingkan masa sebelumnya, luasnya wilayah Garut membuat kebutuhan tenaga kesehatan tetap tinggi.
“Dulu waktu pertama saya hadir di sini dokter gigi hanya 30 orang. Sekarang jumlahnya memang berlipat, tapi tetap belum mencukupi. Saya akui, ketertarikan untuk berpraktik di Garut Selatan masih rendah,” ungkapnya.
Putri juga menyinggung rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Garut yang turut dipengaruhi oleh keterbatasan akses dan kesadaran kesehatan masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus berupaya meningkatkan IPM melalui sektor kesehatan.
Kepada 14 peserta PIDGI yang diyudisium, Putri berpesan agar profesi dokter gigi dijadikan sebagai jalan hidup yang berlandaskan pengabdian.
“Saya titip pesan, masyarakat di daerah terpencil masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan. Sekalipun nanti teman-teman memilih berkarier di kota, kalau ada kegiatan bakti sosial jangan lupa Garut, terutama Garut Selatan. Tolong gaungkan bahwa kami sangat membutuhkan dokter gigi yang mau mengabdi di sini,” pesannya.
Ia berharap pengalaman selama bertugas di Garut menjadi bekal berharga di dunia profesional. Putri juga mengapresiasi seluruh pihak yang berperan dalam kesuksesan program, mulai dari Direktur RSUD dr. Slamet, Kepala Dinas Kesehatan, hingga para dokter Puskesmas pendamping.
Sementara itu, Direktur UOBK RSUD dr. Slamet Garut, dr. Inge Andriani Heriawan, menyampaikan bahwa yudisium ini menandai awal perjalanan profesional para dokter gigi muda.
“Kami percaya pengalaman yang saudara peroleh selama di Garut — dengan segala dinamika dan tantangannya — telah menempa saudara-saudara menjadi dokter gigi yang tidak hanya cakap secara klinis, tetapi juga memiliki hati yang tulus dalam mengabdi,” ujar dr. Inge.
Ia menjelaskan, Program Internship Dokter Gigi Indonesia Periode II Tahun 2025 dilaksanakan di RSUD dr. Slamet, Puskesmas Tarogong, dan Puskesmas Pembangunan. Sebanyak 14 peserta telah bertugas selama enam bulan, sejak 22 Mei hingga 22 November 2025.
Caption:
Pelaksanaan Yudisium dan Pelepasan Program Internship Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) Angkatan V Tahun 2025 di Aula Lantai 2 Gedung Farmasi UOBK RSUD dr. Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (11/11/2025).
(Foto: Sofyan Fauzi / Ilham Maulana / Moch Azwar / Diskominfo Kab. Garut)
Penulis: Nindi Nurdiyanti
Penyunting: Ihsan Tadris Syifa
Sumber: Pemerintah Kabupaten Garut