whatsapp image 2025 11 06 at 20.13.19

GARUT, Tarogong Kidul – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut menggelar Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Hidrometeorologi dan Gempa Bumi Tahun 2025 di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Selasa (4/11/2025).
Apel tersebut dipimpin oleh Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Kepala Kemenag, para pejabat tinggi pratama, administrator, camat se-Kabupaten Garut, serta unsur TNI, Polri, dan organisasi relawan kebencanaan.

Dalam amanatnya, Kapolres Garut mengingatkan bahwa Kabupaten Garut memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, meliputi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung, serta potensi gempa bumi. Kondisi geografis Garut yang terdiri atas pegunungan, aliran sungai, dan wilayah pesisir menuntut seluruh pihak untuk selalu siaga dan waspada.

“Apel dan gladi lapang ini memiliki makna penting, bukan hanya sebagai ajang simulasi teknis, tetapi juga sebagai penguatan koordinasi lintas sektoral sekaligus bentuk nyata komitmen kita dalam membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana,” tegas Kapolres.

Kapolres menyampaikan tiga harapan utama dari kegiatan tersebut:

  1. Setiap unsur pelaksana (TNI, Polri, BPBD, Pemerintah Daerah, dan masyarakat) dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam penanggulangan bencana.
  2. Terjalin komunikasi yang sinergis dan efektif antarinstansi, sehingga saat bencana terjadi pergerakan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
  3. Meningkatkan kemampuan deteksi dini dan respons cepat terhadap situasi darurat untuk meminimalisir korban jiwa dan kerugian materi.

Kapolres juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fungsi preventif dan responsif melalui patroli wilayah rawan bencana, peningkatan kesiapan personel, serta pemanfaatan teknologi informasi guna mempercepat penyebaran peringatan dini.

“Mari kita bangun budaya tanggap, tangguh, dan gotong royong dalam menghadapi setiap ancaman bencana. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Panitia Pelaksana dari BPBD Kabupaten Garut, Abud, melaporkan bahwa kegiatan apel dan gladi lapang ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Surat Keputusan Bupati Garut Nomor 100.3.3.2/KEV.352-BPBD/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dan gempa bumi di Kabupaten Garut, yang berlaku sejak 6 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas daerah melalui koordinasi dan sistem komunikasi kebencanaan, serta memastikan kesiapan seluruh entitas kebencanaan, baik personel, kendaraan, logistik, maupun peralatan,” jelas Abud.

Apel ini diikuti oleh perwakilan SKPD, TNI, Polri, instansi vertikal, BUMN, BUMD, pelaku usaha, media, akademisi, dan masyarakat relawan penanggulangan bencana di Kabupaten Garut. Kegiatan ini menjadi penanda kesiapan kolektif daerah dalam menghadapi potensi ancaman bencana di musim penghujan.


Caption:
Apel dan Gladi Lapang Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi dan Gempa Bumi di Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (4/11/2025).
(Foto: Ridwan Nur Faozan & Nijma Tazkiyatun Nafsi/Diskominfo Kab. Garut)


Penulis: Ridwan Nur Faozan
Penyunting: Ihsan Tadris Syifa
📄 Press Release ini juga dapat diakses melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Garut: https://www.garutkab.go.id