img 20260102 wa0036

Koran Gunturpos, Garut – Diawal tahun baru 2 Januari 2026 awak media Guntur Pos bersama salah satu rekan jurnalis menemui Kadisdik Kab. Garut Asep Wawan, guna konfirmasi terkait tranfaransi anggaran media yang berlangganan setiap bulannya.

Dihimpun dari beberapa awak media yang berlangganan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengeluhkan, setiap penagihan koran jawabannya sudah habis anggarannya, padahal waktu Kadisdik sebelumnya pembayaran koran perbulan tidak ada masalah lancar – lancar saja.

Saat dikonfirmasi di Kantor Disdik, Kadisdik Asep Wawan mengatakan kami akan mengecek dan mengevaluasi anak bawahan yang ditugaskan untuk pembayaran langganan koran, ” Terimakasih atas informasinya akan saya evaluasi untuk tahun ini supaya tidak terjadi lagi hal seperti ini, tandas Asep Wawan. Jumat (02/01/2026) Siang.

Namun sangat di sayangkan saat Pimpinan Redaksi Koran Guntur Pos berbarengan dengan rekan media lain yang sama menemui Kadisdik, nampak perlakuan berbeda di saat para tamu lain menemui Kadis langsung masuk ke ruang kerjanya. Namun berbeda dengan Pimred Guntur Pos yang diterima di meja luar ( vaviliun ) dari situ kamipun dapat menyimpulkan bahwa Kadisdik Garut Asep Wawan cenderung membeda – bedakan perlakuan terhadap para tamu, padahal Kantor Dinas Pendidikan Garut merupakan aset Pemerintah untuk melayani setiap warga yang datang.

Pimred Guntur Pos Drs. Asep Sampul Rohman menyayangkan, katanya, ” Tadi saya diterima di meja luar, bukan apa apa, hal ini menjadi citra buruk untuk Pak Kadis sendiri, apakah Pak Kadis tidak punya ruangan atau merasa alergi atas kedatangan awak media, sehingga kami diperlakukan seperti itu, tegas Asep.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Garut Pak Bupati atau Ibu Wabup mengembor – gemborkan tentang pelayanan publik sebagus – bagusnya, sebaik mungkin seoptimal mungkin, tetapi hanya isapan jempol belaka saja seperti yang dilakukan oleh oknum Kadisdik Garut, ujarnya.

Bagi kami bukan alergi, mau diterima dimanapun juga tidak jadi soal, tetapi ini setingkat Kadis masa tidak memiliki ruang kerja, justru saya sangat menjaga privasi tetapi sebaliknya seperti itu kah perlakuan Kadisdik Garut, padahal gedung ini milik rakyat. mana pelayanan publik yang baik dan benar hanya tong kosong belaka, pungkas Asep.